Detik Artikel - Rasulullah SAW bersabda: ”Ada dua kenikmatan yang membuat kebanyakan orang menjadi lalai,yakni kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).
Sesungguhnya kesehatan dan waktu luang adalah nikmat maka manfaatkan keduanya untuk ibadah dan hal yang bermanfaat.
Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah orang yang akan berbahagia.
Namun sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah orang yang tertipu.
Sesungguhnya sesudah waktu luang akan datang waktu kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.
Kita dapat merasakan nikmat sehat ketika sakit, maka gunakan sehatnya badan untuk beraktifitas yang bermanfaat, sehat hati untuk memahami ayat-ayat Allah, sehat mata untuk melihat kekuasaan-Ny serta sehat telinga untuk mendengarkan ayat –ayat-Nya.
Demikian pula kita dapat merasakan nikmatnya waktu luang jika kita dalam kesibukan. Maka ketika waktu luang jangan dihamburkan dengan perbuatan yang sia-sia.
Sudah tabiat kita tak mampu berdiam diri tanpa kegiatan. Jika kita tidak disibukkan diri dengan kebaikan niscaya kekejian yang akan menguasai perilaku kita.
Maka arahkan diri untuk memiliki kegiatan yang bermanfaat agar berbuah kebaikan.
Perlu kita ketahui bahwa ketika kita mampu memanfaatkan waktu sehat dan luang dalam rangka ketaatan maka pahala akan tetap mengalir ketika kita merasakan sakit dan kesibukan yang tak terhindarkan.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba sakit atau bepergian,akan dituliskan baginya pahala seperti ketika ia sehat dan sedang bermukim.” (HR.Bukhari).
Lalu bagaimana agar kita tidak lalai oleh nikmat sehat dan waktu luang?
Bandingkan nikmat sehat ketika sakit.
Bandingkan nikmat waktu luang ketika sibuk.
Mengatur waktu sebaik baiknya.
Memilih yang terpenting diantara yang penting.
Semoga kita semua selalu mendapat hidayah dan taufiq dari Allah SWT, Aamiin.
Sesungguhnya kesehatan dan waktu luang adalah nikmat maka manfaatkan keduanya untuk ibadah dan hal yang bermanfaat.
Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah orang yang akan berbahagia.
Namun sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah orang yang tertipu.
Sesungguhnya sesudah waktu luang akan datang waktu kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.
Kita dapat merasakan nikmat sehat ketika sakit, maka gunakan sehatnya badan untuk beraktifitas yang bermanfaat, sehat hati untuk memahami ayat-ayat Allah, sehat mata untuk melihat kekuasaan-Ny serta sehat telinga untuk mendengarkan ayat –ayat-Nya.
Demikian pula kita dapat merasakan nikmatnya waktu luang jika kita dalam kesibukan. Maka ketika waktu luang jangan dihamburkan dengan perbuatan yang sia-sia.
Sudah tabiat kita tak mampu berdiam diri tanpa kegiatan. Jika kita tidak disibukkan diri dengan kebaikan niscaya kekejian yang akan menguasai perilaku kita.
Maka arahkan diri untuk memiliki kegiatan yang bermanfaat agar berbuah kebaikan.
Perlu kita ketahui bahwa ketika kita mampu memanfaatkan waktu sehat dan luang dalam rangka ketaatan maka pahala akan tetap mengalir ketika kita merasakan sakit dan kesibukan yang tak terhindarkan.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba sakit atau bepergian,akan dituliskan baginya pahala seperti ketika ia sehat dan sedang bermukim.” (HR.Bukhari).
Lalu bagaimana agar kita tidak lalai oleh nikmat sehat dan waktu luang?
Bandingkan nikmat sehat ketika sakit.
Bandingkan nikmat waktu luang ketika sibuk.
Mengatur waktu sebaik baiknya.
Memilih yang terpenting diantara yang penting.
Semoga kita semua selalu mendapat hidayah dan taufiq dari Allah SWT, Aamiin.
EmoticonEmoticon