Detik Artikel - Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari aktifitas berbicara. Melalui aktifitas berbicara ilmu bisa diajarkan, informasi bisa disampaikan, nilai-nilai kebenaran dan kebaikan bisa disebarluaskan.
Namun melalui aktifitas berbicara pula keburukan, kebatilan atau kemungkaran bisa diinformasikan, kesombongan bisa ditunjukkan dan permusuhan antar sesama bisa terjadi di seluruh dunia.
Seorang mukmin yang memiliki kepribadian terpuji akan selalu berusaha berbicara dalam rangka kebaikan dan kebenaran.
Untuk itulah berbicara dengan bahasa yang baik nan santun sangatlah diperlukan.
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari-Muslim).
Siapapun akan tampak lebih menarik dan elegan apabila berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, santun, teratur dan jelas.
Pilihan bahasa yang kita digunakan menunjukkan cermin kepribadian kita. Melalui bahasa orang dapat menilai gambaran tentang karakter, watak, sikap dan sifat kita.
Jika kita berbicara menggunakan bahasa yang baik dan santun orang akan menilai bahwa kepribadian kita baik dan berbudi.
Sebaliknya, bila kita tidak berbicara yang baik disamping berbahaya bagi orang lain juga berbahaya bagi diri sendiri, karena salah satu dosa terbesar yang banyak dilakukan oleh manusia adalah bersumber dari lisannya.
Rasulullah SAW bersabda: "Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yakni mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi).
Oleh karena itu, Sebagai seorang muslim kita harus berhati-hati dalam berbicara dan menjaga lidah kita agar tidak membahayakan diri dan orang lain.
Namun melalui aktifitas berbicara pula keburukan, kebatilan atau kemungkaran bisa diinformasikan, kesombongan bisa ditunjukkan dan permusuhan antar sesama bisa terjadi di seluruh dunia.
Seorang mukmin yang memiliki kepribadian terpuji akan selalu berusaha berbicara dalam rangka kebaikan dan kebenaran.
Untuk itulah berbicara dengan bahasa yang baik nan santun sangatlah diperlukan.
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari-Muslim).
Siapapun akan tampak lebih menarik dan elegan apabila berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, santun, teratur dan jelas.
Pilihan bahasa yang kita digunakan menunjukkan cermin kepribadian kita. Melalui bahasa orang dapat menilai gambaran tentang karakter, watak, sikap dan sifat kita.
Jika kita berbicara menggunakan bahasa yang baik dan santun orang akan menilai bahwa kepribadian kita baik dan berbudi.
Sebaliknya, bila kita tidak berbicara yang baik disamping berbahaya bagi orang lain juga berbahaya bagi diri sendiri, karena salah satu dosa terbesar yang banyak dilakukan oleh manusia adalah bersumber dari lisannya.
Rasulullah SAW bersabda: "Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yakni mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi).
Oleh karena itu, Sebagai seorang muslim kita harus berhati-hati dalam berbicara dan menjaga lidah kita agar tidak membahayakan diri dan orang lain.
EmoticonEmoticon